Minggu, 19 April 2020




MAKALAH EKONOMI 



SUMBER DAYA DALAM EKONOMI


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
……………………………………….…….
i
KATA PENGANTAR
…………………………………………...............
ii
DAFTAR ISI
……………………………………………………………..
iii
BAB I PENDAHULUAN


1.1
Latar Belakang
………………………………..............
1
1.2
Rumusan Masalah
……………………………….............
2
1.3
Tujuan

……………………………….............. ..
2
1.4
Manfaat

……………………………….............
2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1
Pengertian sumber daya dalam ekonomi …………………....
3
2.2
Klasifikasi sumber daya ………………………..…..............
5
2.3
Macam-macam sumber daya ………………………............
6
2.4 Peran dan fungsi …………………………………..…...........
8
BAB III PENUTUP


3.1
Kesimpulan
………………................
13
DAFTAR PUSTAKA
…………………………..............
14


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Sumber daya merupakan segala hal yang berkaitan dengan proses-proses produksi yang dilakukan seseorang guna mendukung produktivitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan atau kepuasan masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan sumber daya meliputi faktor produksi, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun hal-hal yang termasuk sebagai pengembangan kegiatan masyarakat seperti alat-alat produksi, pabrik, maupun bangunan industri. Sumber daya dalam ekonomi konvensional memiliki pengertian yang terbatas, dimana sumber daya adalah hal-hal yang berperan sebagai faktor produksi. Suatu produk tidak dapat tercipta apabila hanya mengandalkan satu sumber daya. Jadi, terdapat keterkaitan antara satu faktor produksi dengan faktor produksi lainnya. Adapun teori dalam ekonomi konvensional juga menyebutkan bahwa sumber daya yang ada itu bersifat terbatas sedangkan kebutuhan dan keinginan masyarakat itu tidak terbatas.

Sumber Daya Ekonomi adalah segala sumber daya yang dimiliki berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik itu yang berasal dari sumber daya alam (SDA) maupun dari sumber daya manusia (SDM) yang dapat memberikan manfaat atau keuntungan (benefit), serta dapat diolah sebagai modal dasar dalam pembangunan ekonomi, macam-macam sumber daya ekonomi terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya kewirausahaan dan sumber daya modal atau capital. Sedangkan untuk klasifikasi sumber daya terbagi menjadi sumber daya yang bisa diperbarui dan sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Sehingga penulis ingin menulis materi dari sumber daya ekonomi. Dengan judul makalah materi sumber daya dalam ekonomi.












1



1.2 Rumusan masalah

1.      Apa yang dimaksud sumber daya ekonomi ?

2.      Apa saja macam-macam dan klasifikasi sumber daya ekonomi ?

3.      Apa saja peran serta fungsi sumber daya dalam ekonomi?


1.3 Tujuan

1.      Untuk mengetahui pergertian dan maksud dari sumber daya dalam ekonomi

2.      Untuk mengetahui macam-macam dan klasifikasi dari sumber daya dalam ekonomi

3.      Untuk mengetahui peran dan fungsi dari sumber daya ekonomi


1.4 Manfaat

1.      Meningkatkan pengetahuan tentang sumber daya dalam ekonomi

2.      Meningkatkan tentang macam-macam dan klasifikasi dari sumber daya dalam ekonomi

3.      Meningkatkan tentang peran dan fungsin dari sumber daya ekonomi





































2



BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Sumber Daya dalam Ekonomi

Definisi ilmu ekonomi menurut salah seorang ahli ekonomi terkemuka di dunia, Profesor P.A. Samuelson yaitu Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi, sekarang dan di masa datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.1

Jadi, ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, ilmu ekonomi juga berbicara tentang sumber daya dimana dalam pandangan ekonomi konvensional sumber daya itu terbatas dan ketersediaannya harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin demi memenuhi keebutuhan, keinginan, dan kepuasan manusia yang tidak terbatas.

Sumber daya (resource) dalam the advanced Leaner’s Dictionary of Current English adalah a supply or stock of something useful; all the property of a man; all the wealth or source of wealth of a country and all its means of defence, as natural resources.

Dari pengertian di atas, sumber daya itu mencakup barang-barang hasil produksi manusia, berbagai unsur produksi, sumber daya alam, dan sumber daya manusia.2

Sumber daya merupakan input atau faktor produksi, yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi keinginan manusia.3 Dalam ilmu ekonomi terdapat istilah input dan juga output. Input faktor produksi yang digunakan sedangkan output adalah berbagai barang dan jasa yang dihasilkan dari proses produksi, baik yang dikonsumsi maupun yang dikonsumsi lebih lanjut.

1  Sadono Sukirno, Mikroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), hlm. 9

2    Naf’an, Ekonomi Makro: Tinjauan Ekonomi Syariah (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), hlm.24

3  William A. McEachern, Ekonomi makro: Pendekatan Kontemporer, Terj. Sigit Triandaru (Jakarta: Salemba Empat, 2000), hlm. 2


3



Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa definisi dari sumber daya merupakan segala hal yang berkaitan dengan proses-proses produksi yang dilakukan seseorang guna mendukung produktivitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan atau kepuasan masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan sumber daya meliputi faktor produksi, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun hal-hal yang termasuk sebagai pengembangan kegiatan masyarakat seperti alat-alat produksi, pabrik, maupun bangunan industri.

Sumber daya dalam ekonomi konvensional memiliki pengertian yang terbatas, dimana sumber daya adalah hal-hal yang berperan sebagai faktor produksi. Suatu produk tidak dapat tercipta apabila hanya mengandalkan satu sumber daya. Jadi, terdapat keterkaitan antara satu faktor produksi dengan faktor produksi lainnya. Adapun teori dalam ekonomi konvensional juga menyebutkan bahwa sumber daya yang ada itu bersifat terbatas sedangkan kebutuhan dan keinginan masyarakat itu tidak terbatas. Terbatasnya sumber daya menyebabkan ketidakseimbangan antara barang yang tersedia dengan permintaan di pasar. Inilah yang disebut dengan fenomena kelangkaan.

Kelangkaan terjadi sebagai jawaban akibat terbatasnya sumber daya yang berbanding terbalik dengan keinginan dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Sumber daya dikatakan langka apabila tidak dapat diperoleh secara bebas. Sumber daya yang terbatas akan menghasilkan alat pemuas yang juga terbatas. Adapun yang dimaksud sebagai alat pemuas yaitu barang dan jasa yang dihasilkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka seorang produsen yang baik dituntut untuk dapat menjalankan kegiatan ekonomi yang efektif dan efisien. Efektif disini memiliki arti tepat guna, sedangkan efisien merupakan tepat waktu. Keduanya memiliki hubungan yang berbanding lurus. Ketika suatu barang itu efisien, maka barang tersebut adalah barang yang efektif. Begitu juga sebaliknya, ketika suatu barang itu dikatakan efektif maka barang tersebut adalah barang yang efisien.

Selain itu, keterbatasan sumber daya akan menuntut manusia yang kebutuhannya tidak terbatas itu menghadapi masalah pilihan. Mengingat sumber daya itu langka, maka manusia harus memilih keinginan-keinginan apa saja yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Manusia harus membuat skala prioritas karena



4



tidak mungkin keinginannya yang tidak terbatas itu dapat terpenuhi seluruhnya dengan sumber daya yang terbatas.

Manusia memiliki kebutuhan yang bisa terpenuhi karena adanya alat pemuas. Kebutuhan manusia tidak hanya sekedar pada sesuatu yang dapat diindera, akan tetapi bisa saja juga pada sesuatu yang hanya dapat dirasakan. Alat pemuas yang dimaksud adalah barang/jasa hasil dari proses produksi. Sedangkan alat pemuas yang mereka sebut dengan barang dan jasa itu adalah, bahwa barang itu esensinya merupakan alat pemuas kebutuhan-kebutuhan yang bisa diindera dan dirasakan. Sementara jasa adalah alat pemuas kebutuhan-kebutuhan yang bisa dirasakan dan tidak bisa diindera.4 Barang merupakan sesuatu yang berwujud, dapat dimiliki, dan dapat dirasakan kegunannya. Sedangkan jasa hanya dapat dirasakan tanpa bisa dimiliki.


2.2 Klasifikasi Sumber Daya

Sumber daya adalah sumber yang memiliki nilai intrinsik mereka sendiri atau bernilai untuk keberlanjutan jangka Panjang dan digunakan oleh manusia. Secara spesifik berdasarkan ilmu ekonomi, sumber daya lingkungan adalah sesuatu hal yang sebagian besarnya tidak nyata. Sumber daya sosial dan manusia didefinisikan dalam hal kepadatan kelompok populasi, kegiatan pekerjaan mereka, ha katas tanah, sumber pendapatan, standar kehidupan, aspek gender dan lain-lain. Salah satu masalah global yang utama adalah tingkat pemanfaatan sumber daya yang terus meningkat seiring dengan populasi yang terus meningkat pula, sehingga menuntut adanya permintaan akan sumber daya yang memadai untuk memenuhi tuntutan masa depan. Sumber daya di klasifikasikan menjadi dua:

a.   Sumber Daya yang Terbarukan

Sumber daya yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang dapat disesuaikan dengan berlalunya waktu, baik melalui reproduksi biologis atau proses alami lainnya yang berulang. Sumber daya terbarukan adalah bagian dari lingkungan alam dan komponen-komponen ekosfer.



4Naf’an, Ekonomi Makro: Tinjauan Ekonomi Syariah (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), hlm.25

5



b.    Sumber Daya yang Tidak Terbarukan

Sumber daya tidak terbarukan atau disebut juga sebagai sumber daya yang terbatas yang tidak dapat memperbarui dirinya pada tingkat yang memadai untuk bisa diekstraksi untuk kepentingan ekonomi yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya juga bisa diklasifikasikan berdasarkan asal usulnya yakni sumber daya biotik dan aniotik.5



2.3 Macam-macam Sumbe Daya Alam

a.       Sumber daya alam. Merupakan sumber daya alam yang berasal dari alam, sumber daya alam pada prinsipnya dapat dikategorikan menjadi 3 yakni : Pertama, sumber daya alam yang tidak pernah habis. Jenis sumber daya alam yang masuk kategori ini selalu tersedia sepanjang waktu, dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Contoh : sinar matahari, angin, gelombang, laut (tergolong sebagai sumber daya energy) dan sebagainya. pemanfaatan jenis sumber daya seperti ini pada dasarnya dapat diekploitasi sesuai dengan tingkat kebutuhan manusia sepanjang masa. Sumbet daya ini secara umum bersifat permanen, namun dapat diproduksi oleh manusia. Kedua, sumber daya alam tidak dapat diperbarui, jenis ini sumber daya yang pada dasarnya meliputi minyak, gas, nikel. Jumlah sumber daya seperti ini cepat habis karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh proses alam maupun karena proses pergantian alamiahnya berjalan lebih lamban dari jumlah pemanfaatnya.6

b.      Sumber daya manusia. Merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan peranya sebagai mahluk social yang adaptif dan transformative yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.


5  Rita Parmawati, Ecology, economy, Equity (Sebuah Upaya Penyeimbangan Ekologi dan Ekonomi), Malang: UB Press, Cet. I, 2018, hlm, 21-23.

6 6 Junaidi & zulgani. 2011. Peranan Sumber Daya Ekonomi dalam Pembangunan Daerah. Jurnal Pembangunan Daerah Edisi III. https://repository.unja.ac.id/239/1/jurnal%20bangda-junaidi.pdf. 17 Februari 2020, hlm 28


6



Pada saat ini, peranan sumberdaya manusia dalam konteks kegiatan pembangunan ekonomi termasuk pembangunan ekonomi daerah (wilayah) semakin signifikan. Faktor sumberdaya manusia ini telah menghadirkan suatu proses pemikiran baru dalam telaah teori-teori pembangunan ekonomi, yang menempatkan sumberdaya manusia sebagai poros utama pembangunan ekonomi baik dalam skala global, nasional maupun daerah. Strategi pembangunan ekonomi yang berbasis pada pengembangan sumberdaya manusia (human resources development) dianggap sangat relevan dan cocok dengan kondisi dan karakter pembangunan ekonomi terutama dinegara-negara berkembang sejak era 80-an. Strategi pembangunan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang pakar perencanaan pembangunan ekonomi berkebangsaan Pakistan yang bernama Mahbub UI Haq yang pada saat itu menjadi konsultan Utama United Nation Development Programme (UNDP).7

c.   Sumber daya kewirausahaan

Suatu keterampilan khusus dari manusia, yaitu kemampuan kewirausahaan adalah bakat yang diperlukan untuk menghasilkan produk baru atau cara yang lebih baik dalam menghasilkan produk yang sudah ada. Seorang wirausahawan harus dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menciptakan suatu keberhasilan.8
d.   Sumber daya modal atau kapital

Kapital meliputi kreativitas manusia yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Kapital dibagi menjadi dua, yakni kapital fisik dan kapital manusiawi. Kapital fisik meliputi pabrik, mesin, peralatan, bangunan, jalan tol, dan barang lain yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Sedangkan kapital manusiawi meliputi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan manusia untuk meningkatkan produktivitas manusia.9

7 Junaidi & zulgani. 2011. Peranan Sumber Daya Ekonomi dalam Pembangunan Daerah. Jurnal Pembangunan Daerah Edisi III. https://repository.unja.ac.id/239/1/jurnal%20bangda-junaidi.pdf. 17 Februari 2020, hlm 29

8  Edy Soetrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: Kencana, 2017), hlm. 3

9    Edy Soetrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: Kencana, 2017), hlm. 3



7





2.4 Peran sumber daya

a.   Sumber Daya Alam

Pada umumnya ilmu ekonomi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana tingkah laku manusia, baik secara perorangan maupun sebagai masyarakat, untuk berusaha memenuhi kebutuhan dari berbagai alat pemuas kebutuhan atau sumber daya yang terbatas adanya. Oleh karena itu, manusia atau masyarakat harus melakukan pilihan dalam menggunakan alat pemuas kebutuhan atau sumber day aitu dan juga memilih di antara kebutuhan yang harus dipenuhinya. Alat pemuas kebutuhan ini dapat pula disebut sebagai sumber daya, dapat berupa barang konsumsi maupun barang produksi. Yang dimaksud dengan sumber daya dalam proses produksi tidak hanya meliputi tanah, mineral dan bahan bakar, tetapi juga tenaga kerja, kapital maupun valuta asing. Pada dasarnya prinsip-prinsip dalam ekonomika sumber daya alam tidaklah terlalu khusus dan masih akan menggunakan prinsip-prinsip analisis pada umumnya. Barang-barang sumber daya alam ini tidaklah bebas adanya, sehingga untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan. Dengan kata lain, barang-barang ini langka adanya dan memiliki penggunaan alternative. Penggunaan alternative itu dapat berupa penggunaan sekarang dan penggunaan yang akan datang, dengan kata lain dimensi pilihan itu meliputi pilihan saat ini dan saat mendatang.

Selanjutnya dalam melakukan pilihan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan itu selalu dipertimbangkan adanya pemuasan kebutuhan dengan tujuan untuk memaksimalkan kepuasan atau untuk memaksimalkan produksi. Dengan adanya sumber daya alam yang terbatas, sedangkan kebutuhan manusia itu tidak ada batasnya, maka manusia secara sendiri atau masyarakat harus berusaha mencapai kepuasan pribadi atau manfaat sosial yang optimal. Peranan ekonomika yang berkaitan dengan sumber daya alam







8



juga tidak banyak berbeda, karena tersedianya sumber daya alam juga relatif terbatas disbanding dengan kebutuhan akan sumber daya itu.10

b.      Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia memiliki beberapa peran atau fungsi di antaranya sebagai berikut:

i.             Sumber Daya Manusia dalam Ekonomi

Sumber daya manusia yang tergolong sebagai tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang memiliki kemampuan untuk mengeluarkan usaha tiap satuan waktu guna menghasilkan barang atau jasa. Tenaga kerja terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja (labour Force) terdiri dari golongan yang bekerja dan golongan yang menganggur serta mencari pekerjaan. Kelompok bukan angkatan kerja terdiri dari golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga dan golongan lain-lain atau penerima pendapatan. Secara umum penyediaan tenaga kerja dipengaruhi oleh faktor produktivitas. Produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya (masukan) yang digunakan persatuan waktu.

ii.             Sumber Daya Manusia sebagai Tenaga Ahli

Sumber daya manusia bersama-sama dengan teknologi dianggap sebagai keunggulan kompetitif untuk menjadikan sumber daya manusia sebagai tenaga ahli dalam mengejar ketertinggalan dari pembangunan ekonomi. Meskipun kemajuan teknologi mempunyai peranan yang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi dalam penyusunan kebijakan untuk pengembangan teknologi harus mempertimbangkan sumber daya ain yang dimiliki, masalah-masalah yang dihadapi serta tujuan pembangunan perekonomian itu sendiri. Pendidikan dan pelatihan juga merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian serta keterampilan khusus seseorang atau kelompok

10  Yonathan Pongtuluran, Manajemen Sumber Daya Alam & Lingkungan, Yogyakarta: ANDI, Cet. I, 2015. hlm. 93-94.


9



orang. Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi. Dengan adanya Pendidikan, pelatihan, dan teknologi secara tidak langsung akan menambah pengetahuan, akan tetapi juga meningkatkan keterampilan bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Hubungan Pendidikan dengan produktivitas kerja dapat tercermin dalam tingkat penghasilan, Pendidikan yang lebih tinggi dan teknologi.

iii.             Sumber Daya Manusia sebagai Pimpinan perusahaan

Manusia diciptakan Tuhan pada penciptaan yang lebih tinggi dari ciptaan-ciptaan lainnya, yaitu menempatkan manusia sebagai pemimpin di muka bumi. Kepemimpinan adalah suatu proses dimana orang-orang tertentu mempengaruhi tindakan, sikap, dan nilai-nilai orang lain dengan suka rela, antusias, dan dedikasi yang tinggi. Pimpinan perusahaan yang baik adalah seorang yang memiliki keahlian interpersonal yang luar biasa yang akan digunakan untuk memperbaiki hubungan yang retak dengan para karyawan di dalam suatu organisasi. Pendekatan pimpinan ini, memerlukan kesesuaian antara keahlian dan kualitas individu itu, dengan kebutuhan-kebutuhan situasional organisasi.

iv.             Sumber Daya Manusia sebagai Tenaga Usahawan

Tenaga usahawan adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam mmaupun di luar hubungan kerja secara mandiri guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai tenaga usahawan maka sumber daya manusia harus melibatkan dirinya dalam proses produksi. Suatu negara yang memiliki sumber daya manusia yang tinggi dalam kemampuan corporate organization, management dan kewirausahaan walaupun sumber daya alam yang dimiliki relatif rendah kualitasnya.

v.             Sumber Daya Manusia sebagai Produsen

Produksi merupakan setiap perbuatan yang menjadikan barang dapat lebih sempurna untuk memenuhi kebutuhan manusia. Yang dimaksud dengan produsen adalah pihak atau pelaku yang melakukan



10



produksi dalam menambah nilai guna suatu barang atau menciptakan barang baru, sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

vi.             Sumber Daya Manusia sebagai Konsumen

Konsumsi dalam pengertian umum berarti pemakaian barang-barang hasil produksi. Menurut istilah ekonomi, konsumsi merupakan kegiatan menggunakan, memakai atau menghabiskan barang dengan maksud memenuhi kebutuhan. Perilaku konsumen biasanya didasarkan pada selera dan tingkat pendapatan. Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi faktor selera sangat mempengaruhi konsumsi seseorang terhadap suatu barang.

vii.             Sumber  Daya  Manusia  dalam  Menciptakan  dan  Mengembangkan

IPTEK

IPTEK adalah segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun secara sistematis yang digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu diberbagai bidang dengan menggunakan teknik atau metode dalam produksi barang dan jasa atau teknologi-teknologi yang ada.11
c.   Sumber daya kewirausahaan

Peran dan fungsi kewirausahaan merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga persoalan pembangunan wirausaha Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan Berkenaan dengan wirausaha tersebut, Kasmir (2006:15) menyatakan bahwa secara sederhana wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani




11 Idris, Amiruddin, Ekonomi Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: IKAPI, Cet. I. 2016. Hlm. 8-15.


11



memulai usaha tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti.12

d.   Sumber daya modal atau kapital

Peran sumber daya modal atau kapitalsebagai awal permodalan dalam melakukan suatu produksi yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun barang yang dapat digunakan dalam membantu proses kegiatan produksi.













































12         Idris Y. Niode. 2007. Peran Wirausaha Sebagai Alternatif Solusi Mengatasi Masalah Pengangguran. http://repository.ung.ac.id/kategori/show/uncategorized/9442/jurnal-peran-wirausaha-sebagai-alternatif-solusi-mengatasi-masalah-pengangguran.html. Jurnal INOVASI. Vol 4. ISSN 1693-9034. IMPAG Bandung, hlm 2



12



BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sumber Daya Ekonomi adalah segala sumber daya yang dimiliki berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik itu yang berasal dari sumber daya alam (SDA) maupun dari sumber daya manusia (SDM) yang dapat memberikan manfaat atau keuntungan (benefit), serta dapat diolah sebagai modal dasar dalam pembangunan ekonomi.Macam-macam sumber daya ekonomi terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya kewirausahaan dan sumber daya modal atau capital. Sedangkan untuk klasifikasi sumber daya terbagi menjadi sumber daya yang bisa diperbarui dan sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Peran dan fungsi dari sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya kewirausahaan dan sumber daya modal atau kapital.








































13



DAFTAR PUSTAKA




Sadono Sukirno. 2015. Mikroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga.  Jakarta: Rajawali

Pers,1 Naf’an, Ekonomi Makro. 2014. Tinjauan Ekonomi Syariah . Yogyakarta: Graha Ilmu

Eachern William A. Mc. 2000. Ekonomi makro: Pendekatan Kontemporer. Terj. Sigit

Triandaru. Jakarta: Salemba Empat.

Parmawati Rita. 2018. Ecology, economy, Equity (Sebuah Upaya Penyeimbangan Ekologi dan Ekonomi. Malang: UB Press, Cet. I, 2018

Junaidi & zulgani. 2011. Peranan Sumber Daya Ekonomi dalam Pembangunan Daerah.

Jurnal Pembangunan Daerah Edisi III.


2020,

Soetrisno Edy.  2017. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.

Pongtuluran Yonathan. 2015. Manajemen Sumber Daya Alam & Lingkungan.

Yogyakarta: ANDI, Cet. I.

Idris & Amiruddin. 2016. Ekonomi Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: IKAPI, Cet. I. Niode Idris Y. 2007. Peran Wirausaha Sebagai Alternatif Solusi Mengatasi Masalah

Pengangguran.



Jurnal INOVASI. Vol 4. ISSN 1693-9034. IMPAG Bandung.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH EKONOMI MAKRO TENAGA KERJA