|
|
|
MAKALAH EKONOMI
SUMBER DAYA DALAM EKONOMI
DAFTAR ISI
|
|
HALAMAN JUDUL
|
……………………………………….…….
|
i
|
KATA PENGANTAR
|
…………………………………………...............
|
ii
|
DAFTAR ISI
|
……………………………………………………………..
|
iii
|
BAB I PENDAHULUAN
|
|
|
1.1
|
Latar Belakang
|
………………………………..............
|
1
|
1.2
|
Rumusan Masalah
|
……………………………….............
|
2
|
1.3
|
Tujuan
|
|
……………………………….............. ..
|
2
|
1.4
|
Manfaat
|
|
……………………………….............
|
2
|
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
2.1
|
Pengertian sumber daya dalam
ekonomi …………………....
|
3
|
2.2
|
Klasifikasi sumber daya
………………………..…..............
|
5
|
2.3
|
Macam-macam sumber daya ………………………............
|
6
|
2.4 Peran dan fungsi
…………………………………..…...........
|
8
|
BAB III PENUTUP
|
|
|
3.1
|
Kesimpulan
|
………………................
|
13
|
DAFTAR PUSTAKA
|
…………………………..............
|
14
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Sumber daya
merupakan segala hal yang berkaitan dengan proses-proses produksi yang
dilakukan seseorang guna mendukung produktivitas dalam rangka pemenuhan
kebutuhan atau kepuasan masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan sumber daya
meliputi faktor produksi, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun
hal-hal yang termasuk sebagai pengembangan kegiatan masyarakat seperti
alat-alat produksi, pabrik, maupun bangunan industri. Sumber daya dalam ekonomi
konvensional memiliki pengertian yang terbatas, dimana sumber daya adalah
hal-hal yang berperan sebagai faktor produksi. Suatu produk tidak dapat
tercipta apabila hanya mengandalkan satu sumber daya. Jadi, terdapat
keterkaitan antara satu faktor produksi dengan faktor produksi lainnya. Adapun
teori dalam ekonomi konvensional juga menyebutkan bahwa sumber daya yang ada
itu bersifat terbatas sedangkan kebutuhan dan keinginan masyarakat itu tidak
terbatas.
Sumber Daya
Ekonomi adalah segala sumber daya yang dimiliki berupa barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan manusia, baik itu yang berasal dari sumber daya alam (SDA)
maupun dari sumber daya manusia (SDM) yang dapat memberikan manfaat atau
keuntungan (benefit), serta dapat diolah sebagai modal dasar dalam pembangunan
ekonomi, macam-macam sumber daya ekonomi terdiri dari sumber daya alam, sumber
daya manusia, sumber daya kewirausahaan dan sumber daya modal atau capital.
Sedangkan untuk klasifikasi sumber daya terbagi menjadi sumber daya yang bisa
diperbarui dan sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Sehingga penulis ingin
menulis materi dari sumber daya ekonomi. Dengan judul makalah materi sumber
daya dalam ekonomi.
1
1.2 Rumusan masalah
1. Apa
yang dimaksud sumber daya ekonomi ?
2. Apa
saja macam-macam dan klasifikasi sumber daya ekonomi ?
3. Apa
saja peran serta fungsi sumber daya dalam ekonomi?
1.3 Tujuan
1. Untuk
mengetahui pergertian dan maksud dari sumber daya dalam ekonomi
2.
Untuk
mengetahui macam-macam dan klasifikasi dari sumber daya dalam ekonomi
3. Untuk
mengetahui peran dan fungsi dari sumber daya ekonomi
1.4 Manfaat
1. Meningkatkan
pengetahuan tentang sumber daya dalam ekonomi
2.
Meningkatkan
tentang macam-macam dan klasifikasi dari sumber daya dalam ekonomi
3. Meningkatkan
tentang peran dan fungsin dari sumber daya ekonomi
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Sumber Daya dalam
Ekonomi
Definisi
ilmu ekonomi menurut salah seorang ahli ekonomi terkemuka di dunia, Profesor
P.A. Samuelson yaitu Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu
dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan
menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam
berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan
mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi, sekarang dan di masa datang,
kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.1
Jadi, ilmu
ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Selain itu, ilmu ekonomi juga berbicara tentang sumber daya
dimana dalam pandangan ekonomi konvensional sumber daya itu terbatas dan
ketersediaannya harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin demi memenuhi
keebutuhan, keinginan, dan kepuasan manusia yang tidak terbatas.
Sumber daya
(resource) dalam the advanced Leaner’s Dictionary of Current
English adalah a supply or stock of something useful; all the property
of a man; all the wealth or source of wealth of a country and all its means of
defence, as natural resources.
Dari
pengertian di atas, sumber daya itu mencakup barang-barang hasil produksi
manusia, berbagai unsur produksi, sumber daya alam, dan sumber daya manusia.2
Sumber daya
merupakan input atau faktor produksi, yang digunakan untuk menghasilkan barang
dan jasa untuk memenuhi keinginan manusia.3
Dalam ilmu ekonomi terdapat istilah input dan juga output. Input faktor
produksi yang digunakan sedangkan output adalah berbagai barang dan jasa yang
dihasilkan dari proses produksi, baik yang dikonsumsi maupun yang dikonsumsi
lebih lanjut.
1
Sadono Sukirno, Mikroekonomi Teori
Pengantar Edisi Ketiga (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), hlm. 9
2
Naf’an, Ekonomi
Makro: Tinjauan Ekonomi Syariah (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), hlm.24
3 William A.
McEachern, Ekonomi makro: Pendekatan Kontemporer, Terj. Sigit Triandaru
(Jakarta: Salemba Empat, 2000), hlm. 2
3
Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa definisi dari sumber daya merupakan segala
hal yang berkaitan dengan proses-proses produksi yang dilakukan seseorang guna
mendukung produktivitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan atau kepuasan
masyarakat. Adapun yang dimaksud dengan sumber daya meliputi faktor produksi,
yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun hal-hal yang termasuk
sebagai pengembangan kegiatan masyarakat seperti alat-alat produksi, pabrik,
maupun bangunan industri.
Sumber daya
dalam ekonomi konvensional memiliki pengertian yang terbatas, dimana sumber
daya adalah hal-hal yang berperan sebagai faktor produksi. Suatu produk tidak
dapat tercipta apabila hanya mengandalkan satu sumber daya. Jadi, terdapat
keterkaitan antara satu faktor produksi dengan faktor produksi lainnya. Adapun
teori dalam ekonomi konvensional juga menyebutkan bahwa sumber daya yang ada
itu bersifat terbatas sedangkan kebutuhan dan keinginan masyarakat itu tidak
terbatas. Terbatasnya sumber daya menyebabkan ketidakseimbangan antara barang
yang tersedia dengan permintaan di pasar. Inilah yang disebut dengan fenomena
kelangkaan.
Kelangkaan
terjadi sebagai jawaban akibat terbatasnya sumber daya yang berbanding terbalik
dengan keinginan dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Sumber daya
dikatakan langka apabila tidak dapat diperoleh secara bebas. Sumber daya yang
terbatas akan menghasilkan alat pemuas yang juga terbatas. Adapun yang dimaksud
sebagai alat pemuas yaitu barang dan jasa yang dihasilkan. Untuk mengatasi
permasalahan tersebut maka seorang produsen yang baik dituntut untuk dapat
menjalankan kegiatan ekonomi yang efektif dan efisien. Efektif disini memiliki
arti tepat guna, sedangkan efisien merupakan tepat waktu. Keduanya memiliki
hubungan yang berbanding lurus. Ketika suatu barang itu efisien, maka barang
tersebut adalah barang yang efektif. Begitu juga sebaliknya, ketika suatu
barang itu dikatakan efektif maka barang tersebut adalah barang yang efisien.
Selain itu,
keterbatasan sumber daya akan menuntut manusia yang kebutuhannya tidak terbatas
itu menghadapi masalah pilihan. Mengingat sumber daya itu langka, maka manusia
harus memilih keinginan-keinginan apa saja yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Manusia harus membuat skala prioritas karena
4
tidak mungkin keinginannya yang
tidak terbatas itu dapat terpenuhi seluruhnya dengan sumber daya yang terbatas.
Manusia
memiliki kebutuhan yang bisa terpenuhi karena adanya alat pemuas. Kebutuhan
manusia tidak hanya sekedar pada sesuatu yang dapat diindera, akan tetapi bisa
saja juga pada sesuatu yang hanya dapat dirasakan. Alat pemuas yang dimaksud
adalah barang/jasa hasil dari proses produksi. Sedangkan alat pemuas yang mereka
sebut dengan barang dan jasa itu adalah, bahwa barang itu esensinya merupakan
alat pemuas kebutuhan-kebutuhan yang bisa diindera dan dirasakan. Sementara
jasa adalah alat pemuas kebutuhan-kebutuhan yang bisa dirasakan dan tidak bisa
diindera.4 Barang merupakan sesuatu yang
berwujud, dapat dimiliki, dan dapat dirasakan kegunannya. Sedangkan jasa hanya
dapat dirasakan tanpa bisa dimiliki.
2.2 Klasifikasi Sumber Daya
Sumber daya
adalah sumber yang memiliki nilai intrinsik mereka sendiri atau bernilai untuk
keberlanjutan jangka Panjang dan digunakan oleh manusia. Secara spesifik
berdasarkan ilmu ekonomi, sumber daya lingkungan adalah sesuatu hal yang
sebagian besarnya tidak nyata. Sumber daya sosial dan manusia didefinisikan
dalam hal kepadatan kelompok populasi, kegiatan pekerjaan mereka, ha katas
tanah, sumber pendapatan, standar kehidupan, aspek gender dan lain-lain. Salah
satu masalah global yang utama adalah tingkat pemanfaatan sumber daya yang
terus meningkat seiring dengan populasi yang terus meningkat pula, sehingga
menuntut adanya permintaan akan sumber daya yang memadai untuk memenuhi
tuntutan masa depan. Sumber daya di klasifikasikan menjadi dua:
a. Sumber Daya yang Terbarukan
Sumber daya
yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang dapat disesuaikan dengan
berlalunya waktu, baik melalui reproduksi biologis atau proses alami lainnya
yang berulang. Sumber daya terbarukan adalah bagian dari lingkungan alam dan
komponen-komponen ekosfer.
4Naf’an, Ekonomi
Makro: Tinjauan Ekonomi Syariah (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), hlm.25
5
b. Sumber Daya
yang Tidak Terbarukan
Sumber daya
tidak terbarukan atau disebut juga sebagai sumber daya yang terbatas yang tidak
dapat memperbarui dirinya pada tingkat yang memadai untuk bisa diekstraksi
untuk kepentingan ekonomi yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Sumber daya juga bisa diklasifikasikan berdasarkan asal usulnya yakni sumber
daya biotik dan aniotik.5
2.3 Macam-macam Sumbe Daya Alam
a.
Sumber daya
alam. Merupakan sumber daya alam yang berasal dari alam, sumber daya alam pada
prinsipnya dapat dikategorikan menjadi 3 yakni : Pertama, sumber daya alam yang
tidak pernah habis. Jenis sumber daya alam yang masuk kategori ini selalu
tersedia sepanjang waktu, dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Contoh : sinar
matahari, angin, gelombang, laut (tergolong sebagai sumber daya energy) dan
sebagainya. pemanfaatan jenis sumber daya seperti ini pada dasarnya dapat
diekploitasi sesuai dengan tingkat kebutuhan manusia sepanjang masa. Sumbet
daya ini secara umum bersifat permanen, namun dapat diproduksi oleh manusia.
Kedua, sumber daya alam tidak dapat diperbarui, jenis ini sumber daya yang pada
dasarnya meliputi minyak, gas, nikel. Jumlah sumber daya seperti ini cepat
habis karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh proses alam maupun karena
proses pergantian alamiahnya berjalan lebih lamban dari jumlah pemanfaatnya.6
b.
Sumber daya
manusia. Merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan
peranya sebagai mahluk social yang adaptif dan transformative yang mampu
mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju
tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan
berkelanjutan.
5 Rita Parmawati, Ecology,
economy, Equity (Sebuah Upaya Penyeimbangan Ekologi dan Ekonomi), Malang:
UB Press, Cet. I, 2018, hlm, 21-23.
6
Pada saat
ini, peranan sumberdaya manusia dalam konteks kegiatan pembangunan ekonomi
termasuk pembangunan ekonomi daerah (wilayah) semakin signifikan. Faktor
sumberdaya manusia ini telah menghadirkan suatu proses pemikiran baru dalam
telaah teori-teori pembangunan ekonomi, yang menempatkan sumberdaya manusia
sebagai poros utama pembangunan ekonomi baik dalam skala global, nasional
maupun daerah. Strategi pembangunan ekonomi yang berbasis pada pengembangan
sumberdaya manusia (human resources development) dianggap sangat relevan dan
cocok dengan kondisi dan karakter pembangunan ekonomi terutama dinegara-negara
berkembang sejak era 80-an. Strategi pembangunan ini pertama kali diperkenalkan
oleh seorang pakar perencanaan pembangunan ekonomi berkebangsaan Pakistan yang
bernama Mahbub UI Haq yang pada saat itu menjadi konsultan Utama United Nation
Development Programme (UNDP).7
c. Sumber daya kewirausahaan
Suatu
keterampilan khusus dari manusia, yaitu kemampuan kewirausahaan adalah bakat
yang diperlukan untuk menghasilkan produk baru atau cara yang lebih baik dalam
menghasilkan produk yang sudah ada. Seorang wirausahawan harus dapat
memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menciptakan suatu keberhasilan.8
d. Sumber daya modal atau kapital
Kapital
meliputi kreativitas manusia yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
Kapital dibagi menjadi dua, yakni kapital fisik dan kapital manusiawi. Kapital
fisik meliputi pabrik, mesin, peralatan, bangunan, jalan tol, dan barang lain
yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Sedangkan kapital manusiawi
meliputi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan manusia untuk
meningkatkan produktivitas manusia.9
8 Edy Soetrisno,
Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: Kencana, 2017), hlm. 3
9
Edy Soetrisno,
Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: Kencana, 2017), hlm. 3
7
2.4 Peran sumber daya
a. Sumber Daya Alam
Pada umumnya
ilmu ekonomi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana tingkah
laku manusia, baik secara perorangan maupun sebagai masyarakat, untuk berusaha
memenuhi kebutuhan dari berbagai alat pemuas kebutuhan atau sumber daya yang terbatas
adanya. Oleh karena itu, manusia atau masyarakat harus melakukan pilihan dalam
menggunakan alat pemuas kebutuhan atau sumber day aitu dan juga memilih di
antara kebutuhan yang harus dipenuhinya. Alat pemuas kebutuhan ini dapat pula
disebut sebagai sumber daya, dapat berupa barang konsumsi maupun barang
produksi. Yang dimaksud dengan sumber daya dalam proses produksi tidak hanya
meliputi tanah, mineral dan bahan bakar, tetapi juga tenaga kerja, kapital
maupun valuta asing. Pada dasarnya prinsip-prinsip dalam ekonomika sumber daya
alam tidaklah terlalu khusus dan masih akan menggunakan prinsip-prinsip
analisis pada umumnya. Barang-barang sumber daya alam ini tidaklah bebas
adanya, sehingga untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan. Dengan kata lain, barang-barang
ini langka adanya dan memiliki penggunaan alternative. Penggunaan alternative
itu dapat berupa penggunaan sekarang dan penggunaan yang akan datang, dengan
kata lain dimensi pilihan itu meliputi pilihan saat ini dan saat mendatang.
Selanjutnya
dalam melakukan pilihan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan itu selalu
dipertimbangkan adanya pemuasan kebutuhan dengan tujuan untuk memaksimalkan
kepuasan atau untuk memaksimalkan produksi. Dengan adanya sumber daya alam yang
terbatas, sedangkan kebutuhan manusia itu tidak ada batasnya, maka manusia
secara sendiri atau masyarakat harus berusaha mencapai kepuasan pribadi atau
manfaat sosial yang optimal. Peranan ekonomika yang berkaitan dengan sumber
daya alam
8
juga
tidak banyak berbeda, karena tersedianya sumber daya alam juga relatif terbatas
disbanding dengan kebutuhan akan sumber daya itu.10
b. Sumber
Daya Manusia
Sumber
daya manusia memiliki beberapa peran atau fungsi di antaranya sebagai berikut:
i.
Sumber Daya Manusia dalam
Ekonomi
Sumber daya
manusia yang tergolong sebagai tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja
yang memiliki kemampuan untuk mengeluarkan usaha tiap satuan waktu guna
menghasilkan barang atau jasa. Tenaga kerja terdiri dari angkatan kerja dan
bukan angkatan kerja. Angkatan kerja (labour Force) terdiri dari
golongan yang bekerja dan golongan yang menganggur serta mencari pekerjaan.
Kelompok bukan angkatan kerja terdiri dari golongan yang bersekolah, golongan
yang mengurus rumah tangga dan golongan lain-lain atau penerima pendapatan.
Secara umum penyediaan tenaga kerja dipengaruhi oleh faktor produktivitas.
Produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan
keseluruhan sumber daya (masukan) yang digunakan persatuan waktu.
ii.
Sumber Daya Manusia sebagai
Tenaga Ahli
Sumber daya
manusia bersama-sama dengan teknologi dianggap sebagai keunggulan kompetitif
untuk menjadikan sumber daya manusia sebagai tenaga ahli dalam mengejar
ketertinggalan dari pembangunan ekonomi. Meskipun kemajuan teknologi mempunyai
peranan yang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi dalam penyusunan
kebijakan untuk pengembangan teknologi harus mempertimbangkan sumber daya ain
yang dimiliki, masalah-masalah yang dihadapi serta tujuan pembangunan
perekonomian itu sendiri. Pendidikan dan pelatihan juga merupakan upaya untuk
mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian serta keterampilan khusus
seseorang atau kelompok
10 Yonathan
Pongtuluran, Manajemen Sumber Daya Alam & Lingkungan, Yogyakarta:
ANDI, Cet. I, 2015. hlm. 93-94.
9
orang. Pendidikan dan pelatihan
dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi. Dengan adanya Pendidikan,
pelatihan, dan teknologi secara tidak langsung akan menambah pengetahuan, akan
tetapi juga meningkatkan keterampilan bekerja dan meningkatkan produktivitas
kerja. Hubungan Pendidikan dengan produktivitas kerja dapat tercermin dalam
tingkat penghasilan, Pendidikan yang lebih tinggi dan teknologi.
iii.
Sumber Daya Manusia sebagai
Pimpinan perusahaan
Manusia
diciptakan Tuhan pada penciptaan yang lebih tinggi dari ciptaan-ciptaan
lainnya, yaitu menempatkan manusia sebagai pemimpin di muka bumi. Kepemimpinan
adalah suatu proses dimana orang-orang tertentu mempengaruhi tindakan, sikap,
dan nilai-nilai orang lain dengan suka rela, antusias, dan dedikasi yang
tinggi. Pimpinan perusahaan yang baik adalah seorang yang memiliki keahlian
interpersonal yang luar biasa yang akan digunakan untuk memperbaiki hubungan
yang retak dengan para karyawan di dalam suatu organisasi. Pendekatan pimpinan
ini, memerlukan kesesuaian antara keahlian dan kualitas individu itu, dengan
kebutuhan-kebutuhan situasional organisasi.
iv.
Sumber Daya Manusia sebagai
Tenaga Usahawan
Tenaga
usahawan adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam
mmaupun di luar hubungan kerja secara mandiri guna menghasilkan jasa atau
barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai tenaga usahawan maka sumber
daya manusia harus melibatkan dirinya dalam proses produksi. Suatu negara yang
memiliki sumber daya manusia yang tinggi dalam kemampuan corporate organization,
management dan kewirausahaan walaupun sumber daya alam yang dimiliki
relatif rendah kualitasnya.
v.
Sumber Daya Manusia sebagai
Produsen
Produksi
merupakan setiap perbuatan yang menjadikan barang dapat lebih sempurna untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Yang dimaksud dengan produsen adalah pihak atau
pelaku yang melakukan
10
produksi dalam menambah nilai
guna suatu barang atau menciptakan barang baru, sehingga lebih bermanfaat dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat.
vi.
Sumber Daya Manusia sebagai
Konsumen
Konsumsi
dalam pengertian umum berarti pemakaian barang-barang hasil produksi. Menurut
istilah ekonomi, konsumsi merupakan kegiatan menggunakan, memakai atau
menghabiskan barang dengan maksud memenuhi kebutuhan. Perilaku konsumen
biasanya didasarkan pada selera dan tingkat pendapatan. Dalam kehidupan
sehari-hari sering terjadi faktor selera sangat mempengaruhi konsumsi seseorang
terhadap suatu barang.
vii.
Sumber Daya
Manusia dalam Menciptakan
dan Mengembangkan
IPTEK
IPTEK adalah
segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun
secara sistematis yang digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu
diberbagai bidang dengan menggunakan teknik atau metode dalam produksi barang
dan jasa atau teknologi-teknologi yang ada.11
c. Sumber daya kewirausahaan
Peran dan
fungsi kewirausahaan merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun
dalam mutu wirausaha itu sendiri. Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa
jumlah wirausahawan Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan
hebat, sehingga persoalan pembangunan wirausaha Indonesia merupakan persoalan
mendesak bagi suksesnya pembangunan Berkenaan dengan wirausaha tersebut, Kasmir
(2006:15) menyatakan bahwa secara sederhana wirausaha adalah orang yang berjiwa
berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa
berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani
11
Idris, Amiruddin, Ekonomi Sumber Daya
Manusia, Yogyakarta: IKAPI, Cet. I. 2016. Hlm. 8-15.
11
memulai
usaha tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti.12
d. Sumber daya modal atau kapital
Peran sumber daya modal atau kapitalsebagai awal permodalan
dalam melakukan suatu produksi yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun
barang yang dapat digunakan dalam membantu proses kegiatan produksi.
12
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sumber Daya
Ekonomi adalah segala sumber daya yang dimiliki berupa barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan manusia, baik itu yang berasal dari sumber daya alam (SDA) maupun
dari sumber daya manusia (SDM) yang dapat memberikan manfaat atau keuntungan
(benefit), serta dapat diolah sebagai modal dasar dalam pembangunan
ekonomi.Macam-macam sumber daya ekonomi terdiri dari sumber daya alam, sumber
daya manusia, sumber daya kewirausahaan dan sumber daya modal atau capital.
Sedangkan untuk klasifikasi sumber daya terbagi menjadi sumber daya yang bisa
diperbarui dan sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Peran dan fungsi dari
sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya kewirausahaan dan sumber
daya modal atau kapital.
13
DAFTAR
PUSTAKA
Sadono Sukirno. 2015. Mikroekonomi
Teori Pengantar Edisi Ketiga.
Jakarta: Rajawali
Pers,1
Naf’an, Ekonomi Makro. 2014. Tinjauan Ekonomi Syariah . Yogyakarta:
Graha Ilmu
Eachern William A. Mc. 2000. Ekonomi
makro: Pendekatan Kontemporer. Terj. Sigit
Triandaru. Jakarta: Salemba Empat.
Parmawati Rita. 2018. Ecology, economy, Equity (Sebuah
Upaya Penyeimbangan Ekologi dan Ekonomi. Malang: UB Press, Cet. I,
2018
Junaidi & zulgani. 2011. Peranan
Sumber Daya Ekonomi dalam Pembangunan Daerah.
Jurnal Pembangunan Daerah Edisi III.
2020,
Soetrisno Edy. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Kencana.
Pongtuluran Yonathan. 2015. Manajemen
Sumber Daya Alam & Lingkungan.
Yogyakarta: ANDI, Cet. I.
Idris
& Amiruddin. 2016. Ekonomi Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: IKAPI,
Cet. I. Niode Idris Y. 2007. Peran Wirausaha Sebagai Alternatif Solusi
Mengatasi Masalah
Pengangguran.
Jurnal INOVASI. Vol 4. ISSN 1693-9034.
IMPAG Bandung.