(sumber gambar https://asset.kompas.com/crops/k9fuagCpc17KYj2YrX76NBOoOGw=/0x0:780x520/750x500/data/photo/2019/12/15/5df5e153b7fd7.jpg)
Di jaman sekarang yang serba gadget ini mendesak semua aspek
kehidupan termasuk dalam kegiatan ekonomi untuk menggunakan teknologi yang praktis
dalam proses kegiatannya, termasuk proses pembayaran digital dengan
berbagai macam aplikasi. Masyarakat bisa dengan mudah melakukan transaksi di
merchant-merchant hanya dengan menggunakan gawainya tanpa membawa uang tunai.
Namun, sudah praktiskah proses pembayaran nontunai saat ini? Dimulai pada tanggal 1 Januari 2020 Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menetapkan kebijakan baru yang dinilai sangat praktis dalam praktek transaksi. Bank Indonesia membuat terobosan baru dengan membuat kode QR (Quick Response) untuk semua aplikasi non tunai yaitu QRIS (Quick Response Code Indonesia Standart) yang merupakan proses pembayaran saat ini. Bank Indonesia mewajibkan setiap pedagang baik dari pedagang kaki lima, UMKM maupun merchant-merchant untuk menggunakan QRIS.
Namun, sudah praktiskah proses pembayaran nontunai saat ini? Dimulai pada tanggal 1 Januari 2020 Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menetapkan kebijakan baru yang dinilai sangat praktis dalam praktek transaksi. Bank Indonesia membuat terobosan baru dengan membuat kode QR (Quick Response) untuk semua aplikasi non tunai yaitu QRIS (Quick Response Code Indonesia Standart) yang merupakan proses pembayaran saat ini. Bank Indonesia mewajibkan setiap pedagang baik dari pedagang kaki lima, UMKM maupun merchant-merchant untuk menggunakan QRIS.
Apa itu QRIS?
Kita bisa mengamati fenomena yang terjadi di Indonesia, yaitu mulai
berkembangnya dompet digital atau e-wallet. Lima e-wallet dengan pengguna
terbanyak di Indonesia yaitu Go-Pay, OVO, DANA, LinkAja, dan iSAKU menggunakan
sebuah kode yang berbeda untuk proses pembayarannya di setiap merchant. Sebagai
contoh, jika kamu membeli sebuah barang dan ingin membayar dengan OVO, maka kamu
juga harus menscan kode QR OVO, jika kamu ingin menggunakan DANA, maka kamu
juga harus menscan kode QR DANA. Begitupun juga dengan e-wallet lainya. Nah,
dengan adanya QRIS saat ini, setiap merchant hanya menyediakan satu kode QR
saja yang bisa digunakan untuk semua e-wallet yang ada. Tidak hanya untuk e-wallet
saja, QRIS juga bisa digunakan untuk mobile banking. Praktis bukan? Selain itu,
QRIS juga dapat digunakan oleh para turis mancanegara yang telah menggunakan
standar EMVCo yang dapat digunakan untuk bertransaksi dengan mudah dan aman di
Indonesia. di masa yang akan datang, QRIS ditargekan bisa digunakan diluar negeri.
Apa saja
keuntungan pakai QRIS?
Sesuai dengan taglinenya “UNGGUL”, QRIS punya banyak keunggulan dan
keuntungan, apa aja keuntungannya?
1.
Universal
Dengan keinklusifan QRIS, QRIS bisa digunakan secara universal,
bisa digunakan untuk semua kalangan. Dari mulai pedagang kaki lima hingga
merchant-merchat yang ada di mall. Tidak hanya itu, baik masyarakat domestik
maupun mancanegara bisa menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran. Hal ini
juga dapat mendukung sektor pariwisata di Indonesia dengan kemudahan yang telah
ditawarkan oleh Bank Indonesia.
2.
Gampang
Sudah terbayang
dengan gampangnya pembayaran dengan QRIS? Hanya dengan membawa ponsel saja
semua bisa bertransaksi dengan gampang. Semua aplikasi pembayaran yang berlaku
bisa ditansaksikan hanya dengan satu kode QR saja. Tidak hanya itu QRIS juga
dapat menambah keamanan dan mengurangi kejahatan secara langsung yang terjadi
di masyarakat, seperti pencurian, penjambretan, dan lain-lain.
3.
Untung
Transaksi yang dilakukan terjadi dengan efisien. Banyaknya e-wallet
yang ada, hanya dengan satu kode QR saja bisa digunakan oleh semua jenis dompet
digital tersebut. Penjual tidak harus menyediakan banyak tempat untuk menempel
berbagai jenis kode pembayaran dari masing-masing jenis dompet digital. Hal ini
juga menambah estetika di merchant ataupun toko karena hanya ada satu stiker yang
dipasang disana.
4.
Langsung
Dengan adanya
QRIS semua pembayaran terasa lebih cepat. Pembayan langsung dilakukan penjual
dan pembeli dengan praktis. Jika ada kembalian, penjual tidak perlu bingung
karena pembayaran dilakukan langsung dengan hanya menscan kode. Tidak hanya
mempermudah proses pengembalian, dengan adanya QRIS juga dapat mengurangi
adanya uang palsu yang ada ditengah masyarakat.
Sudahkah
usahamu pakai QRIS?
Sudahkah usahamu pakai QRIS? Setiap penyedia Penyelenggara Jasa
Sistem Pembayaran (PJSP) berbasis QR wajib menggunakan QRIS, hal ini telah
diatur dalam ketentuan yang sudah ditetapkan Bank Indonesia dalam PADG No.
21/18/2019 tentang Implementasi Standar Internasional QRIS untuk pembayaran.
Dengan menggunakan QRIS usahamu tidak perlu memakai banyak kode QR untuk setiap
aplikasi, hanya dengan satu kode saja usahamu sudah bisa menerima semua jenis
aplikasi. Selain itu juga dapat membantu dalam pendataan UMKM yang ada di
Indonesia. Menurut pemaparan Bank Indonesia, ada dua macam kode QR yang bisa
digunakan, yaitu dinamis dan statis.
1.
Dinamis.
Dalam kode QR dinamis, kode yang berbeda dicetak untuk setiap
transaksi pembayaran. Kodenya ditampilkan melalui struk yang dicetak oleh mesin
EDC atau ditampilkan pada monitor dan kode QR telah mengandung nominal
pembayaran yang harus dibayarkan pembeli.
2.
Statis.
Dengan kode QR statis, kode yang digunakan sama untuk setiap
transaksi pembayaran. Kode QR ditampilkan di stiker atau media cetak lain.
Untuk nominal pembayaran belum ada di dalam kode QR, jadi orang yang
bertransaksi harus menginput sendiri nominalnya.
Untuk merchant
yang akan menggunakan QRIS, merchant harus bekerjasama dengan penyedia aplikasi
pembayaran dengan kode QR. Kerjasama diajukan oleh pihak aplikasi pembayaran
tersebut kepada Bank Indonesia untuk mendapatkan persetujuan. Jika merchant
sudah bekerjasama dengan pihak aplikasi pembayaran, merchant tinggal menunggu
informasi selanjutnya dari pihak penyedia pembayaran untuk setiap QRIS yang
siap digunakan untuk setiap merchant. Jadi tunggu apa lagi?
Sisi lain manfaat QRIS: bisa sedekah menggunakan QRIS.
Pembahasan ini sedikit bergeser dari pembahasan yang ada di atas. Selain
dalam proses transaksi pembayaran antara pembeli dan penjual, QRIS juga bisa
digunakan sebagai jembatan seseorang untuk beramal. Bank Indonesia mengembangkan
QRIS agar bisa bermanfaat dalam sisi lain. Saat ini lembaga sosial dan lembaga
keagamaan menggunakan QRIS untuk setiap orang yang akan beramal atau menyumbang
bisa langsung menscan kode dan selanjutnya uang tersebut akan berpindah ke
rekening lembaga. Misalnya jika sesorang ingin berinfaq ke masjid, maka tinggal
scan kode yang telah tersedia di masjid lalu masukkan nominal yang akan
diinfaqan. Contoh lain, jika ingin menyumbang ke gereja-gereja atau tempat
ibadah lainya bisa dilakukan hanya dengan scan kode QR. Selain lembaga
keagamaan, QRIS saat ini juga tersedia di lembaga-lembaga sosial seperti panti
asuhan. Selain cepat, dengan digunakannya QRIS dapat mengurangi perasaan riya
atau sombong dalam diri seseorang karena transaksinya dilakukan secara
diam-diam.
Dari pemaparan diatas, QRIS dapat mempermudah dan mempercepat
proses pembayaran yang semulanya setiap merchant harus menyantumkan beberapa stiker
kode, kini hanya dengan menggunakan satu kode QR. Tidak hanya itu, QRIS juga
bermanfaat dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Dengan taglinenya “UNGGUL” yakni
universal, gampang, untung dan langsung diharapkan QRIS mampu menjawab kepraktisan
yang diharapkan semua orang.
